News Update :
Home » » Gimana Sih Cara Memulai Bisnis Sampingan?

Gimana Sih Cara Memulai Bisnis Sampingan?

Penulis : Berita Nasional on Minggu, 27 November 2016 | 23.14

Pertanyaan yang sering terlintas ketika seseorang ingin memulai usaha sampingan adalah bagaimana memulai bisnis sampingan? 

Sebetulnya cara untuk memulai usaha sampingan sangatlah mudah dan bahkan tanpa biaya sepeserpun. Caranya yaitu hanya satu, mulailah bisnis anda dengan sebuah mimpi. Karena dengan adanya mimpi, anda bisa berimajinasi bahkan bisa manciptakan sebuah peluang bisnis sampingan yang luar biasa bahkan tergolong baru yang menguntungkan bagi anda. 



Dengan adanya modal berupa ide bisnis, berikut ini adalah hal yang perlu anda perhatikan sebelum memulai ide bisnis tersebut. hal ini harus anda analisa terlebih dahulu. Adapun rinciannya sebagai berikut:


Informasi bidang usaha

Hal yang wajib anda lakukan sebelum melakukan bisnis yaitu dengan mencari tahu segala jenis dan seluk-beluk informasi mengenai bisnis yang akan anda tekuni. Bisnis sampingan bisa dilakukan kapanpun anda mau. ketika ide mengembangkan usaha mampir ke benak anda, sesegeralah mewujudkannya. Mencari ide tidaklah mudah, maka dari itu anda dituntut untuk memperluas wawasan dan menggali lebih banyak informasi. Caranya bisa lewat buku-buku tentang wirausaha atau melalui media massa dan artikel di internet yang merujuk ke bisnis anda. Seminar tentang wirausahapun bisa anda datangi. Lewat internet anda bisa menjelajahi informasi dari berbagai penjuru dunia. Terakhir, lakukanlah pertemuan dengan melakukan wawancara langsung dengan pelaku bisnis yang anda kenal, mereka akan memberi anda masukan berharga seputar dunia usaha sehingga anda bisa mempersiapkan diri untuk mengahadapinya. Coba amatilah pengusaha yang sudah sukses dibidang usaha yang sama dengan anda. Jika usaha anda terbilang baru, coba amati manajemen usaha yang mereka gunakan. Hal penting lainnya yaitu coba anda memperdalam mengenai produk atau usaha yang anda hasilkan agar anda lebih informative ketika sedang menghadapi klien. 

Perhatikan perencanaan keuangan dan modal usaha

Sudah banyak usaha yang bangkrut akibat kehabisan uang tunai. Karena itu, sangat penting untuk memperhitungkan jumlah pada modal awal yang sebaiknya anda miliki untuk bisa menjalankan bisnis anda.  Alangkah baiknya bila modal itu bisa mencukupi untuk pengeluaran perusahaan selama 12bulan kedepan (1 Tahun). Artinya harus punya arus kas yang lancar.  Dengan demikian usaha anda dalam setahun kedepan diusahakan tidak akan bangkrut hanya gara-gara kehabisan uang tunai. Maka dari itulah anda harus mempersiapkan modal. 

Sudah tidak asing lagi, modal merupakan unsur penting ketika akan memulai usaha. Namun jika anda tidak mempunyai tabungan cukup ketika akan membuka usaha, tidak ada salahnya anda meminjam modal dari lembaga perbankan yang bisa memberikan kredit ringan. Atau bisa juga meminjam dana dari perseorangan atau lembaga tertentu.  Carilah yang bunga pinjamannya rendah sehingga tidak memberatkan bagi anda untuk membayar  degan laba yang dihasilkan dari usaha anda. Bila meminjam modal usaha dari orang tua atau teman, mungkin yang dibutuhkan hanyalah kepercayaan. Berbeda jika anda meminjam modal usaha dari sebuah lembaga seperti Bank, koperasi, atau kantor anda, maka dibutuhkan proposal usaha yang berisi lebih mendetail mengenai usaha anda. Mulailah menganalisa kebutuhan modal berupa Sumber daya manusia (SDM), teknologi, keuangan, dan masalah pajak dan hukum, serta iklan dan pemasaran dalam usaha anda nantinya. 



Alternatif lain adalah bekerja sama dengan orang lain. Sebelum bekerja sama cobalah baca artikel mengenai Untung rugi buka usaha bersama orang lain (kerja sama). Tentunya orang yang akan kita ajak kerjasama adalah seseorang yang bisa anda percaya.walau begitu tentu harus ada perjanjian dalam bentuk tertulis untuk kerja sama tersebut agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan dikemudian hari. Bila semua itu sudah anda lakukan tetapi modal anda belum cukup, cobalah untuk mengurangi berbagai pengeluaran yang masih bisa ditekan. Contohnya dengan membuka usaha di rumah disbanding harus sewa tempat seperti ruko, toko dsb. Anda harus cukup pintar menggunakan uang yang ada. 

Besar kecilnya modal yang dikeluarkan tergantung dengan usaha apa yang akan anda jalankan. Lalu bagaimana cara menghitung modal untuk menjalankan sebuah usaha? Prinsipnya, menghitung jumlah modal untuk usaha tidaklah sulit. Setidaknya ada 3 jenis modal yang perlu anda keluarkan, yakni modal/investasi awal, modal kerja, dan modal operasional.



Modal/investasi awal

Modal/investasi awal merupakan modal yang harus anda keluarkan diawal anda akan membuka usaha. Modal ini biasanya gunakan untuk jangka panjang. Yang tergolong modal awal seperti bangunan, peralatan seperti komputer, dan kendaraan. Perlengkapan kantor atau barang-barang lain yang digunakan untuk jangka panjang juga termasuk modal awal. Jika usaha anda adalah berupa toko, maka investasi awal anda bisa berupa rak display, meja, bahkan meja kasir dan komputer. Biasanya modal awal terbilang cukup besar, tapi modal ini bisa digunkan untuk jangka panjang. Yang harus anda ketahui bahwa investasi modal awal ini akan mengalami penyusutan dari tahun ke tahun, bahkan kadang dalam hitungan bulan. 


Modal Kerja

Modal kerja merupakan barang atau produk yang harus anda beli atau membuat barang yang kemudian akan anda jual. Misalnya saja anda akan membuka usaha konveksi maka anda harus mengeluarkan modal kerja dengan membeli bahan kain untuk menjahitnya menjadi kemeja atau kaos yang kemudian akan anda jual. Sebagai referensi tentang usaha konveksi silahkan anda baca Membuat Usaha Konveksi sebagai gambaran anda. 

Modal kerja dapat dikeluarkan setiap bulannya atau setiap kali ada order dari pelanggan. Misalnya lagi, jika orang yang ingin menjalankan usaha restoran, maka modal kerja yang harus anda keluarkan adalah modal kerja berupa membeli bahan makanan. Prinsipnya, tanpa adanya modal kerja, anda tidak dapat menyelesaikan pesanan atau anda tidak akan membeli barang dagangan. Jika itu terjadi maka anda tidak akan mendapatkan pembeli sebagai target pasar usaha anda. Untuk itulah modal kerja menjadi sangat penting untuk keberlangsungan perusahaan. Seperti PT. Bagja Putra Sirait usaha yang bergerak di bidang pabrikasi membutuhkan modal yaitu berupa bahan-bahan material untuk usaha pengelasan atau bahkan ketika sedang membangun usaha bangunan gedung memerlukan material berupa semen, pasir, besi, batu dan sebagainya. 



Modal Operasional

Modal operasional merupakan modal yang harus anda keluarkan untuk menunjang pekerjaan atau produksi suatu perusahaan. Biaya operasional bulanan ini biasanya misalnya membayar gaji karyawan, membayar biaya listrik, membayar tagihan air, membayar tagihan kebersihan, bayar tagihan telepon, keamanan dan sebagainya. Pada dasarnya modal operasional merupakan modal yang harus anda keluarkan untuk membayar tagihan diluar bisnis anda secara langsung. Modal operasional ini biasanya dibayar secara bulanan. 
Persiapan untuk modal usaha yang tidak kalah pentingnya adalah dengan melakukan penghematan modal yang anda miliki dan mengurangi pengeluaran yang tidak penting. 

Sekian dulu pembahasan yang kami ulas. Nanti akan kami lanjutkan di pembahasan selanjutnya.

Salam

Share this article :

Posting Komentar